Hyper Baric Chamber

Nama : Qhonnisya Rahelifia
P22040123046
POLTEKKES JAKARTA II

 Mengenal Mengenai Alat Hyper Baric Chamber


gambar1.1  Alat Hyper Baric Chamber

Pengertian Alat Terapi Hyper Baric Chamber

Hyper Baric Chamber atau biasa dikenal dengan Terapi Oksigen Hiperbarik adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan menyediakan 100% oksigen murni yang dihirup oleh pasien di ruangan khusus dengan udara bertekanan tinggi.Tekanan udara yang meningkat pada ruang Hiperbarik menyebabkan paru pasien menyerap lebih banyak oksigen daripada biasanya, yang dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit.Dalam lingkungan yang terapeutik, diberikan jumlah oksigen yang telah dilarutkan dalam plasma yang dapat mencapai dan lebih tinggi 20 kali dari udara ruangan pada tekanan atmosfer normal. Plasma yang kaya oksigen kemudian diangkut ke jaringan yang mengalami hipoksia atau iskemik untuk mencegah terjadinya angiogenesis, edema, dan mampu memodulasi respons sistem imun dan kekebalan .Di ruang udara bertekanan tinggi/ruang hiperbarik dengan tekanan lebih dari 1 atmosfer (Atm). Regimen HBO (hiperbarik oksigen) menggunakan tekanan 1,5 hingga 2,5 Atm untuk durasi 30 hingga 90 menit, yang dapat diulang beberapa kali. Waktu antara dan jumlah total sesi berulang sangat bervariasi. Tujuan terapi oksigen hiperbarik untuk perawatan dan pengobatan beberapa penyakit seperti emboli intravaskular, penyakit dekompresi, infeksi anaerob, keracunan CO.

Terapi hiperbarik oksigen adalah modalitas pengobatan di mana seseorang bernafas 100% oksigen dalam ruangan dengan tekanan atmosfer yang meningkat. Perawatan dilakukan dalam satu ruangan tunggal (satu orang) biasanya dikompresi dengan oksigen murni dan Multiplace ruang (sekitar 2-14 pasien) dengan oksigen murni dan pasien bernapas melalui masker wajah, tudung, atau tabung endotrakeal. Selama perawatan, tekanan pada arteri sering melebihi 2000 mmHg dengan kadar 200-400 mmHg pada jaringan. Tekanan yang diberikan saat berada di dalam ruangan perawatan biasanya 2 hingga 3 atmosfer absolut (ATA), jumlah tekanan atmosfer (1 ATA) ditambah tekanan hidrostatik tambahan yang setara dengan satu atau dua atmosfer (1 atmosfer = tekanan 14,7 pound per inci persegi atau 101 kPa). Waktu perawatan 1,5-2 jam, tergantung pada indikasi dan dapat dilakukan 1-3 kali sehari.Pengobatan hiperbarik akan meningkatkan difusi oksigen lebih lanjut dalam jaringan dengan jarak sekitar empat kali jarak perfusi normal. Sehingga akan menyebabkan terjadi difusi oksigen dari lingkungan yang kaya oksigen ke lingkungan oksigen yang buruk seperti dengan luka iskemik dan anggota badan. Hukum Boyle adalah dasar untuk efektivitas dalam penyakit dekompresi dan emboli udara.

Prinsip Kerja Pengobatan dengan Terapi Hiperbarik

Pada prinsipnya tekanan diperlukan agar oksigen dapat secara efektif larut ke dalam cairan plasma darah. Dengan meningkatnya tekanan, maka ukuran molekul oksigen akan berkurang dan menciptakan lingkungan oksigen yang lebih padat. Molekul oksigen di dalam alveolus atau membran paru menjadi lebih terkonsentrasi sehingga memungkinkan molekul oksigen lebih banyak dipindahkan ke dalam darah secara difusi, sehingga memenuhi cairan plasma darah.  Dengan meningkatnya tekanan, suhu juga akan meningkat. Hal ini secara langsung akan meningkatkan volume oksigen yang tersedia. Sehingga kadar oksigen yang lebih tinggi dapat mencapai jaringan tubuh yang lebih dalam.Terapi hiperbarik bekerja dengan cara meningkatkan tekanan atmosfer di sekitar pasien, biasanya di dalam ruangan atau kamar khusus yang disebut ruang hiperbarik. Berikut adalah prinsip dasar kerja terapi ini:

  1. Peningkatan Tekanan: Pasien berada di dalam ruang yang tekanan udaranya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan atmosfer normal (1 atm). Tekanan ini bisa mencapai 2 hingga 3 kali lipat dari tekanan normal.

  2. Peningkatan Oksigen: Dengan meningkatnya tekanan, lebih banyak oksigen dapat terlarut dalam plasma darah, bukan hanya terikat pada hemoglobin. Ini memungkinkan jaringan tubuh untuk menerima lebih banyak oksigen.

  3. Perbaikan Jaringan: Oksigen tambahan ini membantu mempercepat proses penyembuhan, terutama pada jaringan yang rusak, mengurangi pembengkakan, dan meningkatkan pertumbuhan sel.

  4. Pengurangan Racun: Terapi ini juga dapat membantu mengurangi efek racun, seperti pada keracunan karbon monoksida, dengan meningkatkan pengeluaran racun dari tubuh.

  5. Stimulasi Angiogenesis: Peningkatan kadar oksigen dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru, yang penting untuk penyembuhan jaringan.

Terapi hiperbarik digunakan untuk berbagai kondisi, seperti luka sulit sembuh, infeksi tertentu, dan pemulihan setelah operasi. Selalu dilakukan di bawah pengawasan medis untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Komponen Ruang HyperBaric

Ruang hiperbarik dapat terdiri dari dua jenis: tunggal atau ganda. Sementara tekanan terjadi di tempat duduk tunggal melalui oksigen dan peningkatan tekanan bersifat sistemik, ruang multiplace diberi tekanan dengan udara dan oksigen disuplai kepada pasien melalui masker, helm, atau tabung endotrakeal, tergantung kasusnya.Perbandingan monoplace dan multiplace kamar oksigen hyper baric. Monoplace; Lingkungan Claustrophobic, akses terbatas ke pasien, Seluruh ruang mengandung oksigen khas, meningkatkan risiko kebakaran, Biaya rendah, Portable. Sedangkan Berganda; Lebih banyak ruang; asisten canenter untuk menangani masalahmasalah acuteproblem seperti aspneumothorax, Oksigen hiperbarik melalui masker, kamar berupa udara (mengurangi risiko kebakaran), Risiko infeksi silang bila digunakan untuk bisul/luka.

Alat hyperbaric chamber terdiri dari beberapa komponen utama yang mendukung fungsinya. Berikut adalah beberapa komponen :

  1. Kamar Utama: Ruang tempat pasien berada, biasanya terbuat dari material yang tahan terhadap tekanan tinggi, seperti baja atau aluminium.

  2. Sistem Pengendalian Tekanan: Alat ini mengatur dan memonitor tekanan di dalam chamber. Ini bisa berupa pompa, katup, dan sensor tekanan.

  3. Sistem Oksigen: Menyediakan oksigen murni yang diperlukan untuk terapi. Ini termasuk tabung oksigen dan sistem distribusi untuk memastikan oksigen merata di dalam chamber.

  4. Sistem Ventilasi: Memastikan sirkulasi udara dan oksigen yang baik, serta mengeluarkan karbon dioksida yang dihasilkan oleh pasien.

  5. Sistem Keamanan: Termasuk alat pemadam kebakaran, alarm tekanan, dan sistem untuk memastikan bahwa pasien dapat keluar dengan cepat jika terjadi keadaan darurat.

  6. Sistem Monitoring: Memantau tanda-tanda vital pasien dan kondisi di dalam chamber selama sesi terapi.

  7. Jendela Transparan: Biasanya terbuat dari material yang kuat dan tahan tekanan, memungkinkan staf medis untuk melihat pasien selama terapi.

  8. Kursi atau Tempat Tidur: Tempat bagi pasien untuk berbaring atau duduk selama terapi.

Bahaya Dari Terapi Hyper Baric Chamber

Efek samping negatif dari menerima O2 bertekanan, akan terjadi cedera stres oksidatif, kerusakan DNA, metabolisme seluler, pengaktifan koagulasi, disfungsi endotel, neurotoksisitas akut, dan toksisitas paru, gangguan metabolisme sel, mengaktifkan koagulasi, disfungsi endotel, neurotoksisitas akut dan toksisitas paru.Secara umum, jika tekanan tidak melebihi 300 kPa dan lamanya pengobatan kurang dari 120 menit, terapi oksigen hiperbarik aman. Secara keseluruhan, gejala sistem saraf pusat yang parah terjadi pada 1-2% pasien yang diobati, barotrauma reversibel simtomatik pada 15- 20%, gejala paru pada 15-20%, dan gejala optik reversibel pada hingga 20% pasien. Miopia karena keracunan oksigen pada lensa, adalah efek samping yang paling umum dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Penyakit epilepsi jarang terjadi dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Efek karsinogenik yang disarankan dari oksigen hiperbarik belum terbukti dalam penelitian yang luas.Alasan mengapa Terapi Hyper Baric Chamber tidak boleh diberikan pada interval ylebih sering dan dalam sesi yang lebih lama adalah potensi risiko keracunan oksigen.

namun perawatan ini berisiko menimbulkan efek samping sebagai berikut :

1.Rabun jauh sementara (miopia) yang disebabkan oleh perubahan sementara pada lensa mata.

2.Kerusakan telinga tengah, termasuk kebocoran cairan dan robekan gendang telinga akibatnya meningkatnya tekanan udara.

3.Kerusakan paru - paru akibat perubahan tekanan udara (barotrauma).

4.Kejang akibat terlalu banyak oksigen (toksisitas oksigen) di dalam sistem saraf pusat.

5.Pada keadaan tertentu bisa terjadi api dan kebakaran karena lingkungan terapi yang kaya oksigen

Manfaat Terapi Hyper Baric Chamber

Terapi hiperbarik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit domkrospi yang biasanya dialami oleh para penyelam. Namun, belakangan ini, terapi hiperbarik juga kerap dipakai sebagai pengobatan tambahan untuk mengatasi berbagai penyakit.

Berikut adalah beberapa penyakit atau kondisi medis yang bisa diobati dengan terapi hyper baric chamber;

  • Anemia
  • Luka Bakar
  • Keracunan karbon monoksida
  • Cedera akibat terapi radiasi
  • Infeksi pada tulang 
  • Infeksi jaringan otot atau gas gangren
  • Proses pemulihan setelah cangkok kulit
  • Luka yang tidak kunjung sembuh
  • Kehilangan pendengaran tiba-tiba
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit

Aturan Hyper Baric Chamber

Penggunaan alat hyperbaric chamber diatur oleh berbagai peraturan dan pedoman untuk memastikan keselamatan pasien dan efektivitas terapi. Berikut adalah beberapa peraturan umum yang biasanya diterapkan:

  1. Indikasi Medis: Terapi hyperbaric hanya boleh dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas, seperti penyakit dekompresi, luka yang sulit sembuh, atau infeksi tertentu. Hanya profesional medis yang terlatih yang dapat menentukan kelayakan pasien.

  2. Persetujuan Pasien: Pasien harus memberikan persetujuan setelah mendapatkan informasi yang cukup mengenai prosedur, risiko, dan manfaat terapi.

  3. Protokol Keamanan: Semua prosedur harus mengikuti protokol keamanan yang ketat, termasuk pemeriksaan sebelum masuk ke chamber untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang dapat membahayakan pasien.

  4. Staf Terlatih: Hanya tenaga medis yang terlatih dan bersertifikat yang boleh mengoperasikan chamber dan mengawasi pasien selama terapi.

  5. Pemeriksaan Rutin: Alat harus menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan fungsi yang aman dan efektif.

  6. Pengawasan Selama Terapi: Pasien harus diawasi secara terus-menerus selama sesi terapi, termasuk pemantauan tanda-tanda vital dan respons terhadap pengobatan.

  7. Dokumentasi: Semua sesi terapi harus didokumentasikan dengan baik, mencakup informasi tentang pasien, indikasi terapi, durasi sesi, dan respon pasien.

  8. Kebijakan Darurat: Harus ada prosedur darurat yang jelas untuk menangani situasi tidak terduga, seperti kebakaran atau masalah teknis dengan chamber.

  9. Pelatihan Evakuasi: Staf harus dilatih untuk melakukan evakuasi cepat dan aman jika diperlukan.

Peraturan diatas dapat bervariasi tergantung pada negara atau wilayah, serta kebijakan institusi medis. Selalu penting untuk merujuk pada pedoman lokal dan internasional yang relevan.


Alat hyperbaric chamber terdiri dari beberapa komponen utama yang mendukung fungsinya. Berikut adalah beberapa komponen pentingnya:

  1. Kamar Utama: Ruang tempat pasien berada, biasanya terbuat dari material yang tahan terhadap tekanan tinggi, seperti baja atau aluminium.

  2. Sistem Pengendalian Tekanan: Alat ini mengatur dan memonitor tekanan di dalam chamber. Ini bisa berupa pompa, katup, dan sensor tekanan.

  3. Sistem Oksigen: Menyediakan oksigen murni yang diperlukan untuk terapi. Ini termasuk tabung oksigen dan sistem distribusi untuk memastikan oksigen merata di dalam chamber.

  4. Sistem Ventilasi: Memastikan sirkulasi udara dan oksigen yang baik, serta mengeluarkan karbon dioksida yang dihasilkan oleh pasien.

  5. Sistem Keamanan: Termasuk alat pemadam kebakaran, alarm tekanan, dan sistem untuk memastikan bahwa pasien dapat keluar dengan cepat jika terjadi keadaan darurat.

  6. Sistem Monitoring: Memantau tanda-tanda vital pasien dan kondisi di dalam chamber selama sesi terapi.

  7. Jendela Transparan: Biasanya terbuat dari material yang kuat dan tahan tekanan, memungkinkan staf medis untuk melihat pasien selama terapi.

  8. Kursi atau Tempat Tidur: Tempat bagi pasien untuk berbaring atau duduk selama terapi.

Prosedur Hyper Baric Chamber

Prosedur penggunaan hyperbaric chamber umumnya mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi. Berikut adalah prosedur umum yang biasa dilakukan:

1. Evaluasi Awal
  • Konsultasi Medis: Pasien akan menjalani evaluasi oleh dokter untuk memastikan bahwa terapi hyperbaric sesuai dan aman.
  • Riwayat Kesehatan: Mengumpulkan informasi tentang kondisi medis, obat-obatan yang sedang digunakan, dan alergi.
2. Persiapan Pasien
  • Informasi: Memberikan penjelasan tentang prosedur, manfaat, risiko, dan apa yang diharapkan selama terapi.
  • Persetujuan: Meminta pasien untuk menandatangani formulir persetujuan setelah memahami semua informasi.
3. Persiapan Ruang
  • Pemeriksaan Chamber: Memastikan chamber dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan.
  • Pengaturan Suhu dan Ventilasi: Menyesuaikan suhu dan sistem ventilasi untuk kenyamanan pasien.
4. Penggunaan Chamber
  • Pakaian: Pasien akan diminta untuk mengenakan pakaian yang sesuai (biasanya pakaian yang nyaman dan bebas dari bahan yang mudah terbakar).
  • Masuk ke Chamber: Pasien memasuki chamber dan duduk atau berbaring di tempat yang disediakan.
  • Pengaturan Tekanan: Tekanan dalam chamber mulai ditingkatkan secara bertahap. Pasien mungkin akan merasakan tekanan di telinga, mirip dengan saat lepas landas pesawat; mereka dianjurkan untuk menelan atau menguap untuk mengatasi hal ini.
5. Sesi Terapi
  • Durasi: Sesi biasanya berlangsung antara 60 hingga 120 menit, tergantung pada indikasi medis.
  • Monitoring: Staf medis akan memantau pasien secara terus-menerus, termasuk tanda-tanda vital dan respons pasien selama sesi.
6. Akhir Sesi
  • Penurunan Tekanan: Setelah sesi selesai, tekanan di chamber akan diturunkan perlahan untuk menghindari masalah terkait dekompresi.
  • Keluar dari Chamber: Setelah tekanan normal kembali, pasien dapat keluar dari chamber.
7. Pasca Terapi
  • Observasi: Pasien mungkin akan diawasi selama periode tertentu untuk memastikan tidak ada efek samping.
  • Follow-up: Dokter akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan respons terhadap terapi dan merencanakan sesi berikutnya jika diperlukan.
8. Dokumentasi
  • Catatan: Semua informasi terkait sesi terapi, termasuk waktu, durasi, dan respons pasien, harus dicatat dengan baik.

Kesimpulan

Tekanan udara yang meningkat pada ruang Hiperbarik menyebabkan paru pasien menyerap lebih banyak oksigen daripada biasanya, yang dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit.Dalam lingkungan yang terapeutik, diberikan jumlah oksigen yang telah dilarutkan dalam plasma yang dapat mencapai dan lebih tinggi 20 kali dari udara ruangan pada tekanan atmosfer normal. 

Jakarta,12 Oktober 2024


Nama : Qhonnisya Rahelifia
P22040123046
POLTEKKES JAKARTA II

Comments

  1. Informatif dan sangat membantu terimakasih!!!

    ReplyDelete
  2. termasuk alat terapi teknologi tinggi, good job

    ReplyDelete
  3. benar-benar mencerahkan, terima kasih!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengatasi Bell’s Palsy dengan teknik akupuntur